Cara Mencegah Premenstrual Syndrome Pada Wanita

Kesehatan, Premenstrual Syndrome

Cara Mencegah Premenstrual Syndrome Pada Wanita – Premenstrual Syndrome sekarang mulai dikenal sebagian masyarakat atau juga yg lebih terkenal di kalangan remajanya yaitu PMS. PMS adalah suatu gejala fisik dan emosional yang terjadi menjelang menstruasi. Gejala-gejala tersebut dapat berupa perubahan perasaan maupun fisik yang menyebabkan ketidaknyamanan pada seseorang. Gejala tersebut akan hilang seiring dengan berjalannya masa menstruasi.

Gejala Premenstrual Syndrome dan Pencegahannya

Cara Mencegah Premenstrual Syndrome Pada Wanita

PMS akan dialami sebagian besar wanita yaitu 80%-95% terjadi sebelum wanita mengalami menstruasi, diperkirakan sekitar 2 minggu sebelum menstruasi. Pada umumnya, gejala yang ditimbulkan mungkin seperti emosi yang tidak stabil, merasa tidak mood seharian, bersikap sinisa atau taja, terhadap wanita lain dan cenderung meluapkan emosi dengan marah-marah. Namun jangan khawatir, kondisi ini bukanlah penyakit tetapi merupakan kumpulan gejala fisik dan psikis yang berkaitan dengan perubahan hormon padasaat menjelang menstruasi. Gejala lainnya yang ditimbulkan ketika PMS, yaitu:

  1. Perut kepenuhan dan kembung. Pasien merasa akumulasi gas. Mungkin ada retensi cairan juga.
  2. Payudara kelembutan.
  3. Usus marah dimanifestasikan sebagai sembelit atau diare.
  4. Kelelahan dan mudah melelahkan.
  5. Beberapa wanita mengeluh pusing, mual atau muntah.
  6. Sakit kepala dan sakit punggung. Mungkin ada otot dan sakit sendi juga. Migrain atau asma dapat memburuk dengan PMS.
  7. Sensitivitas yang besar terhadap kebisingan dan lampu terang.
  8. Beberapa wanita menderita Palpitasi dan peningkatan berkeringat
  9. Mungkin ada kulit gejala seperti jerawat dan berlebihan kulit berminyak. Rambut mungkin kering atau berminyak.
  10. Berat badan oleh hingga 1 kg karena retensi cairan
  11. Mungkin ada ketidaknyamanan dalam pelvis dan bahkan rasa sakit
  12. Merasa aneh pada beberapa jenis makanan dan hasrat untuk permen dan gula.
  13. Perasaan putus asa dan kesedihan.
  14. Berlebihan ketegangan, kecemasan dan edginess.
  15. Suasana dengan teariness berlebihan atau menangis. Lekas marah atau perilaku agresif dengan ledakan kemarahan.
  16. Mungkin ada kerugian atau peningkatan seksual.
  17. Ada biasanya miskin penilaian.
  18. Banyak wanita yang menderita dari citra diri yang buruk dan rasa bersalah. Beberapa mungkin menderita dari ketakutan irasional dan peningkatan. Mungkin ada penurunan harga diri.
  19. Masalah tidur yang dapat tidur kesulitan, kurangnya tidur atau tidur yang berlebihan.
  20. Mungkin ada gerakan lambat dan lamban dengan peningkatan kelesuan.

Wanita akan mengalami kondisi ini setiap bulannya, namun belum diketahui pasti penyebabnya. Beberapa ahli menyebut karena adanya ketidakseimbangan hormonal di dalam tubuh, dan pendapat lain menyebut adanya produksi hormon estrogen yang berlebih menjelang ovulasi yang menimbulkan perubahan suasana hati dan perasaan. Tapi mungkin, Anda dapat mencegahnya dengan:

  1. Batasi kosumsi makanan tinggi gula, tinggi garam, daging merah(sapi dan kambing), alkohol, kopi, teh, coklat, serta minuman bersoda.
  2. Kurangi rokok atau berhenti merokok.
  3. Batasi konsumsi protein (sebaiknya sebanyak 1,5 gr/kg berat badan per orang).
  4. Meningkatkan konsumsi ikan, ayam, kacang-kacangan, dan biji-biji-bijian sebagai sumber protein.
  5. Batasi konsumsi makanan produk susu dan olahannya (keju, es krim, dan lainnya) dan gunakan kedelai sebagai penggantinya.
  6. Batasi konsumsi lemak dari bahan hewani dan lemak dari makanan yang digoreng.
  7. Meningkatkan konsumsi sayuran hijau.
  8. Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung asam lemak esensial linoleat seperti minyak bunga matahari, minyak sayuran.
  9. Konsumsi vitamin B kompleks terutama vitamin B6, vitamin E, kalsium, magnesium juga omega-6.
  10. Melakukan olahraga dan aktivitas fisik secara teratur.
  11. Menghindari dan mengatasi stres.
  12. Menjaga berat badan. Berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko menderita PMS.
  13. Catat jadwal siklus haid Anda serta kenali gejala PMS-nya.
  14. Perhatikan pula apakah Anda sudah dapat mengatasi PMS pada siklus-siklus datang bulan berikutnya.

Nah, setelah Anda membaca gejala Premenstrual Syndrome diatas, maka dapat disimpulkan bahwa perubahan perilaku dan fisik yang terjadi di hari-hari menjelang haid adalah hal yang normal yang menyertai siklus reproduksi wanita.

Leave a Reply