Mengenal Cedera Otak Traumatis

Kesehatan

Mengenal Cedera Otak Traumatis – Cedera otak traumatis, juga disebut cedera otak atau cedera kepala. Hal ini terjadi dalam banyak cara. Baru-baru ini ada sebuah insiden yang mengerikan dalam dunia olahraga yaitu dalam olahraga sepakbola profesional, dimana insiden ini dialami oleh pemain bintang dunia Fernando Torres yang merupakan pesepakbola asal spanyol yang kini bermain untuk club liga spanyol atletico madrid. Cedera mengerikan ini bermula saat duel udara Torres yang dihantam dari belakang oleh pemain Deportivo La Coruna, Alex Bergantinos. Hantaman keras dari belakang menyebabkan Torres terungkur dengan posisi kepala terantuk ke tanah terlebih dahulu.

cedera otak

Seketika itu Torres tak sadarkan diri dan nyaris mengigit lidahnya sendiri. Torres di vonis menderita cedera otak traumatis akibat benturan yang keras oleh rumah sakit setempat. Cedera otak traumatis terjadi ketika kekuatan mekanik eksternal yang menyebabkan disfungsi otak. Hal ini dikarenakan terjadinya pukulan keras atau sentakan kuat di kepala. Cedera otak traumatis ringan dapat menyebabkan disfungsi sementara sel-sel otak. Namun, jika cedera yang dialami Torres cukup parah maka bisa saja mengakibatkan kerusakan dan pendarah di otak dalam waktu jangka panjang.

Pengertian Cedera Otak Traumatis

Cedera otak traumatis adalah hantaman mendadak dari luar pada otak yang menyebabkan berbagai gejala yang alam kelamaan akan menyebabkan disfungsi otak, yang biasa disingkat sebagai COT. Beberapa jenis COT disebabkan oleh benda asing yang menusuk tengkorak atau benda tumpul yang memukul tengkorak, sehingga retak dan ada pecahan tulang yang mengarah ke otak. COT ini dibagi menjadi beberapa bagian seperti ringan, sedang, dan berat, tergantung pada kekuatan benturan dari luar yang mengenai tengkorak (gegar otak). COT yang ringan menyebabkan sakit kepala, tidak dapat berfikir dengan jernih, pusing, dan mual. COT sedang sampai parah biasanya akan menunjukkan gejala yang sama, namun lebih sering. Gejala COT biasanya akan menjadi lebih parah dan memburuk seiring berjalannya waktu.

Baca Juga : Ginkgo Biloba Plus Capsule

Cedera otak traumatis yang lebih serius dapat menyebabkan memar, jaringan robek, pendarahan dan kerusakan otak lainnya yang dapat mengakibatkan komplikasi jangka panjang atau kematian. Cedera otak traumatis ini bisa menyebabkan efek fisik dan psikologis yang luas. Beberapa tanda atau gejala mungkin muncul segera setelah peristiwa traumatis, sementara yang lain mungkin muncul dalam hitungan hari atau minggu kemudian. Gejala yang biasanya terjadi ketika mengalami cedera traumatis akibat fisik antara lain : kehilangan kesadaran selama beberapa detik hingga beberapa menit, keadaan linglung, bingung, sakit kepala, Kelemahan atau mati rasa dijari tangan dan kaki, Kehilangan koordinasi, dan hilang keseimbangan.

Untuk itu anda perlu memeriksakan diri ke dokter jika anda mengalami suatu pukulan ke kepala atau badan yang menyangkut serta menyebabkan perubahan perilaku. Carilah perawatan secepatnya agar anda lebih mengetahui, jika ada tanda atau gejala cedera otak traumatis setelah pukulan atau cedera traumatis lainnya ke kapal. Istilah “ringan, moderat, dan berat” digunakan untuk menggambarkan efek dari cedera pada fungsi otak anda. Cedera ringan pada otak tersebut masih cedera serius yang membutuhkan perhatian segera dan diagnosis yang akurat.

Leave a Reply